Baja die pengerjaan dingin dan baja die pengerjaan panas dibedakan terutama berdasarkan kondisi penggunaan dan sifat-sifatnya:

Ketentuan Penggunaan:
- Baja Mati Kerja Dingin: Dirancang untuk digunakan pada suhu yang relatif rendah selama pembentukan atau pembentukan bahan pada atau mendekati suhu kamar. Contohnya termasuk operasi pemotongan, pelubangan, dan pembentukan yang tidak melibatkan pemanasan signifikan pada material yang sedang dikerjakan.
- Baja Mati Pekerjaan Panas: Dirancang untuk tahan terhadap suhu tinggi selama pengoperasian dimana material yang dikerjakan dipanaskan secara signifikan, seperti penempaan, ekstrusi, atau die casting.
Suhu Operasional:
- Baja Mati Kerja Dingin: Beroperasi pada suhu di bawah 200°C (392°F), biasanya sekitar suhu kamar.
- Baja Mati Pekerjaan Panas: Beroperasi pada suhu di atas 200°C (392°F) dan dapat berkisar hingga beberapa ratus derajat Celcius, bergantung pada aplikasi spesifik.
Properti:
- Baja Mati Kerja Dingin: Umumnya ditandai dengan ketahanan aus yang tinggi, ketangguhan yang baik, dan kekerasan yang memadai. Hal ini penting untuk mempertahankan ujung tombak atau pembentukannya di bawah tekanan mekanis tanpa mengalami pelunakan atau deformasi yang signifikan.
- Baja Mati Pekerjaan Panas: Perlu mempertahankan kekuatan dan kekerasan pada suhu tinggi, tahan terhadap kelelahan dan keausan termal, serta memiliki konduktivitas termal yang baik untuk menangani siklus pemanasan dan pendinginan cepat yang terlibat dalam proses pembentukan panas.
Elemen Paduan:
- Baja Mati Kerja Dingin: Seringkali mengandung persentase karbon dan elemen paduan yang lebih tinggi seperti kromium, tungsten, dan vanadium untuk meningkatkan kekerasan dan ketahanan aus.
- Baja Mati Pekerjaan Panas: Mengandung unsur paduan seperti tungsten, molibdenum, dan kromium untuk meningkatkan kekuatan suhu tinggi, ketangguhan, dan stabilitas termal.
Singkatnya, perbedaan utama terletak pada kondisi suhu penggunaan baja ini dan sifat masing-masing yang dioptimalkan untuk kondisi tersebut. Pemilihan jenis baja cetakan yang tepat bergantung pada aplikasi spesifiknya, apakah itu melibatkan proses pembentukan dingin atau panas.





