Mencegah pori-pori internal dan cacat pada gips aluminium perunggu melibatkan kombinasi pemilihan material yang cermat, teknik pengecoran yang tepat, dan pengendalian proses yang efektif. Berikut beberapa strateginya:

- Pemilihan Bahan:
- Gunakan paduan aluminium perunggu berkualitas tinggi dengan tingkat pengotor rendah.
- Pastikan komposisi paduan berada dalam kisaran yang ditentukan untuk meningkatkan sifat pengecoran yang optimal.
- Proses Peleburan:
- Gunakan lingkungan peleburan yang terkendali untuk meminimalkan oksidasi dan kontaminasi.
- Pertahankan suhu yang tepat untuk menghindari panas berlebih, yang dapat menyebabkan penyerapan gas.
- Degassing:
- Menerapkan teknik degassing, seperti menggunakan gas inert (misalnya argon) atau degasser kimia, untuk menghilangkan gas terlarut dari logam cair.
- Desain Cetakan:
- Rancang cetakan dengan ventilasi yang baik agar gas dapat keluar selama penuangan.
- Pastikan jamur bebas dari kelembapan dan kontaminan, yang dapat menyebabkan timbulnya gas.
- Teknik Menuangkan:
- Kontrol suhu dan kecepatan penuangan untuk mengurangi turbulensi, yang dapat menyebabkan terperangkapnya udara.
- Gunakan sendok sayur dengan desain yang meminimalkan cipratan.
- Tingkat Pendinginan:
- Kontrol laju pendinginan untuk mencegah pemadatan yang cepat, yang dapat menyebabkan pembentukan porositas mikro.
- Perawatan Pasca Pengecoran:
- Pertimbangkan perlakuan panas atau proses penuaan yang dapat membantu menghilangkan tekanan internal dan mengurangi porositas.
- Kontrol kualitas:
- Menerapkan metode pengujian non-destruktif (misalnya pengujian sinar-X atau ultrasonik) untuk mengidentifikasi cacat internal pada awal proses.
Dengan menggabungkan praktik-praktik ini, Anda dapat secara signifikan mengurangi risiko pori-pori internal dan cacat pada perunggu aluminium cor.
