S45C dan 1045 keduanya merupakan baja karbon, namun bahannya tidak sama. Berikut perbedaan utama di antara keduanya:

- Penamaan dan Standar:
- S45C: Ini adalah sebutan standar industri Jepang (JIS) untuk baja karbon sedang dengan kandungan karbon antara 0,42-0,48%.
- 1045: Ini adalah sebutan American Society for Testing and Materials (ASTM) untuk baja karbon sedang dengan kandungan karbon antara 0,43-0,50%.
- Kandungan Karbon:
- S45C: Biasanya memiliki kandungan karbon sedikit lebih rendah dari 1045.
- 1045: Memiliki kandungan karbon sedikit lebih tinggi dibandingkan S45C.
- Aplikasi:
- Baik S45C dan 1045 merupakan baja yang banyak digunakan dalam berbagai aplikasi karena kombinasi kekuatan, ketangguhan, dan ketahanan ausnya yang baik.
- Mereka biasanya digunakan untuk poros, suku cadang palsu, roda gigi, baut, stud, dll., di industri otomotif dan permesinan.
- Standar Daerah:
- S45C adalah standar JIS sedangkan 1045 adalah standar ASTM. Pilihan di antara keduanya sering kali bergantung pada standar dan ketersediaan regional.
- Kemampuan Mesin dan Kemampuan Las:
- Kedua grade tersebut memiliki kemampuan mesin yang baik karena kandungan karbonnya yang sedang.
- Kemampuan las dapat bervariasi tergantung pada kandungan karbon dan elemen paduan lainnya, namun umumnya dapat dilas dengan tindakan pencegahan yang sesuai.
- Perawatan panas:
- Kedua grade tersebut merespon dengan baik terhadap perlakuan panas seperti quenching dan tempering untuk mencapai sifat mekanik yang diinginkan.
Singkatnya, meskipun S45C dan 1045 merupakan baja karbon sedang dengan kandungan karbon dan sifat mekanik yang serupa, keduanya ditetapkan berdasarkan standar yang berbeda (masing-masing JIS dan ASTM) dan mungkin memiliki sedikit perbedaan dalam komposisi kimia dan ketersediaan regional. Penting untuk memilih nilai yang sesuai berdasarkan persyaratan aplikasi spesifik Anda dan standar yang diikuti di wilayah atau industri Anda.
